WARTA 24 KALIMANTAN SELATAN

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Disperindag Banjar Pantau Harga Pangan

Posted by On 18.15

Disperindag Banjar Pantau Harga Pangan

Tumpukan karung beras medium di salah satu kios beras di Pasar Banjar, yang dijual melebih Harga Eceran Tertinggi (HET). Di toko tersebut tersedia pula beras Bulog OP CBP. Photo: Nanang Supendi/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kota Banjar, membenarkan bahwa harga beras medium di pasar wilayah Kota Banjar malampaui Harga Eceran Tertinggi (HET). Hal itu mulai diketahui sejak melakukan sidak yang digelar satu minggu lalu bersama Kapolresta Banjar dan dinas terkait lainnya.

“Seminggu lalu saat sidak bersama Kapolres ke Pasar Banjar, memang harga beras medium dijual pedagang melebihi HET. Namun, waktu itu belum setinggi harga beras medium sekarang, yakni baru di sekitaran harga 10.000 rupiah per kilogramnya. Harga jual segitu pun sudah lampaui HET,” kata Kabid. Perdagangan Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kota Banjar, Mamat, kepada Koran HR, Selasa (02/01/2018) lalu.

Jika sekerang harga beras medium terus merangka naik, menurut Mamat, itu suatu hal wajar. Sebab, berdasarkan informasi di wilayah Banjar tidak sedang panen padi, sehingga berdampak terhadap mahalnya harga beras.

“Pedagang itu belinya mahal, jadi ikut naik harga jualnya, dan terpaksa itu melampaui HET,” ujarnya.

Mamat juga mengaku, pihak dinasnya sendiri tak bisa berbuat banyak karena kewenangan penindakan itu ada di tangan provinsi. Terlebih kebijakan HET beras dikeluarkan atau dibuat oleh pemerintah pusat sebagaimana Permendag RI No. 57 Tahun 2017.

Dengan demikian, hingga saat ini pihaknya belum melakukan upaya apapun, dan hanya bisa koordinasi dengan pihak Bulog. Meski begitu, pihaknya tetap memantau untuk mengecek harga kebutuhan pangan, termasuk di dalamnya apakah sesuai HET atau tidak.

Kepala Seksi Perlindungan Konsumen Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kota Banjar, Budi, menambahkan, untuk antisipasi berlanjutnya penjualan beras medium melampaui HET, pihak Bulog sedang melaksanakan operasi pasar beras medium.

Sedangkan, mengenai pemberlakuan HET beras medium, menurut Budi hal itu memang sempat dipertanyakan pihak Aprindo beberapa waktu lalu dalam sebuah forum, dan dianjurkan untuk ditinjau ulang. Jangan sampai pemberlakuan HET malah berpotensi gejolak di tengah masyarakat, dan juga merugikan pedagang.

“Masukan dari Aprindo itu saya kira bisa dimengerti. Sebab, fluktuasi harga beras medium berjalan dengan sendirinya sesuai permintaan pasar dan masa panen beras. Ketika panen raya, harga akan turun. Sementara jika stok beras menipis akibat sejumlah daerah gagal panen atau tidak sedang masa panen, otomatis harga naik,” jelasnya.

Pihaknya berharap, OP yang dilakukan Bulog bisa membantu masyarakat dan harga bera s medium bisa segera turun kembali atau sesuai HET. (Nanks/Koran HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Sumber: Google News | Warta 24 Banjar

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »