Wayang Kulit Banjar Hibur Pengunjung Perpusda - Warta 24 Kalimantan Selatan
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Wayang Kulit Banjar Hibur Pengunjung Perpusda

Wayang Kulit Banjar Hibur Pengunjung Perpusda

PROKAL.co PROKAL NEWS PRO KALTIM KALTIM POSTBALIKPAPAN POSSAMARINDA POSBONTANG POSTBERAU POST PRO KALTARA RADAR TARAKANBULUNGAN POSTKALTARA POS …

Wayang Kulit Banjar Hibur Pengunjung Perpusda

  • PROKAL.co
    • PROKAL NEWS
    • PRO KALTIM
      • KALTIM POST
      • BALIKPAPAN POS
      • SAMARINDA POS
      • BONTANG POST
      • BERAU POST
    • PRO KALTARA
      • RADAR TARAKAN
      • BULUNGAN POST
      • KALTARA POS
    • PRO KALSEL
      • RADAR BANJARMASIN
    • PRO KALTENG
      • KALTENG POS
      • RADAR SAMPIT
    • PRO KALBAR
  • BalikpapanTV
  • SamarindaTV
  • KPFMBalikpapan
  • KPFMSamarinda
  • Indeks Berita
MANAGED BY: SENIN
11 DESEMBER BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Senin, 11 Desember 2017 10:38 Wayang Kulit Banjar Hibur Pengunjung Perpusda AYO GOYANG: Dalang Upik memainkan wayang kulit Banjar di halaman Perpustakaan Daerah Provinsi Kalsel, Minggu dini hari.

PROKAL.CO, Asam pauh dalima pauh, rama-rama batali banang. Ndiiiiiiih yaaaaaing. Ikam jauh aku jauh, sama-sama pada mangganang. Yaaaaaaaiiiing...

----------------

Taufik Rahman, atau yang akrab disapa Dalang Upik dengan suara lantangnya melantunkan tembang rindu. Bahkan, dengan tangan lincahnya ia memainkan Wayang pada gelaran Wayang Kulit Banjar di halaman Perpustakaan Daerah Provinsi Kalsel, Minggu (10/12) dini hari.

Diiringi tabuhan gamelan khas Banjar, cerita yang diusung Upik bersama anggota Sanggar Anak Pandawa, asal Desa Panggung, Barikin, Hulu Sungai Tengah (HST) mengangkat kisah Cinta di Ujung Malapetaka.

Cinta, tak memandang umur. Itulah yang terjadi pada Semar, salah satu tokoh fenomenal di kisah pewayangan. Kisah pergelara n malam itu, Semar yang sudah cukup tua jatuh hati kepada seorang gadis cantik jelita yaitu Dwi Dursilawati, keluarga Durna. Namun, kisah cinta Semar ternyata tak berjalan mulus. Untuk dapat mempersunting Dwi Dursilawati harus memenuhi beberapa syarat. Salah satunya menyediakan pakaian Gatot Kaca.

Singkat cerita, Gatot Kaca yang merasa pernah berhutang budi dengan Semar, lantas memberikan pakaian yang dikenakannya kepada Semar yang kemudian nantinya diserahkan kepada Durna. Awan hitam menyelimuti dunia pewayangan kala Gatot Kaca melepas pakaiannya. Hujan turun deras, kilat menyambar tak henti-hentinya karena ketika Gatot Kaca melepaskan pakaiannya itu berarti juga harus ditebus dengan nyawanya sendiri.

Itulah secuil kisah yang diangkat oleh Dalang Upik malam itu. Pergelaran selama semalam suntuk itu tak hanya menyajikan kisah romantika pewayangan. Tetapi, juga diisi dengan canda dan tingkah lucu melalui wayang-wayang lain yang dimainkan. “Saya suka alur ceritanya. Ba hkan, saya tak bisa berhenti untuk tertawa ketika dalang menampilkan tingkah Semar yang sangat ingin menikah,” papar Akbar, salah seorang penonton.

Dalam pertunjukan Wayang Kulit Banjar, bahasa yang digunakan adalah bahasa Banjar. Hal tersebut menyiratkan bahwa betapa erat hubungan bahasa Banjar dengan kesenian tradisionalnya. Sebelumnya, Dalang Upik menuturkan bahwa pementasan Wayang Kulit Banjar pernah mengalami masa kejayaan pada tahun 1970 hingga 1990-an. Masa itu juga merupakan kejayaan bagi ahli pembuat Wayang Kulit, mengingat banyaknya pesanan pembuatan wayang dari para Dalang. Baik di dalam maupun luar daerah Kalsel. “Dulu, cuma satu hari saja dalam seminggu yang tidak ada pementasan Wayang. Berbeda dengan sekarang, dalam seminggu hanya satu atau dua kali saja ada pementasan,” jelasnya.

Setelah tahun 1990-an, permintaan pementasan wayang mulai turun secara drastic. Pembuatan Wayang pun juga terhenti. Sepinya permintaan pementasan karena generasi sekarang lebih tertarik serta menyukai hiburan yang berbau modern. "Mencari generasi penerusnya yang cukup sulit," tuturnya.

Upik kerap mengajak anak muda agar mempelajari kesenian tersebut. Di Sanggar Anak Pandawa miliknya, Upik tak hanya mengajarkan Wayang Kulit Banjar saja. Melainkan seluruh kesenian tradisional yang ada di Kalsel.

"Saya tak ingin memaksakan mereka yang ingin belajar. Saya bebaskan saja mereka ingin belajar apa. Entah itu dari soal alat serta musik tradisionalnya, hingga kesenian lainnya. Yang penting ada kemauan," ungkap dalang sekaligus perajin alat musik tradisional ini.

Seniman muda sekaligus pendiri kelompok penggerak seni asal Banua, Novyandi Saputra berharap Wayang Kulit Banjar jangan dipandang sekadar media hiburan. Wayang Kulit Banjar, menurutnya juga punya dimensional yang adiluhung sebagai tontonan, tuntunan, serta tatanan. "Wayang Kulit Banjar juga berfungsi menjadi tuntunan agar tercipta tatanan yang baik untuk pa ra penontonnya," jelas Novy. Dia menyayangkan apabila para pengambil kebijakan 'lalai' terhadap keberadaan Wayang Kulit Banjar maka lambat laun seperti hidup segan, mati tak mau. Tentunya harus segera dipikirkan bersama.(war/at/dye)

BERITA TERKAIT
  • Meriahnya Perayaan Baayun Maulid d i Masjid Nurul Amilin
  • Pukulan Telak Bagi Guru Daerah Terpencil
  • ML Siang-Malam, Iwak Karing Bikin Hipertensi
  • Bekantan dan Kerbau Rawa Terancam Tergusur
  • Konsisten Melatih Panting Sejak Usia Dini
  • Menengok Kelompok Perajin di Kampung Purun Banjarbaru
  • Hebat! Siswa SMKN 1 Binuang Raih Prestasi Berkat Film Dokumenter
  • Kurung-Kurung, Tradisi Dayak Piani Sambut Tanam
  • Kala Budaya Tabalong Tampil di Car Free Day Ibukota
  • Innalillah, Pencipta Lagu 'Mars Kayuh Baimbai' Tutup Usia

BACA JUGA

Sabtu, 09 Desember 2017 16:36

Aksi Bagi Nasi Bungkus dari Komunitas Sijum

Ada komunitas unik di Kota Amuntai. Para personelnya rutin membagikan nasi bungkus setiap Jumat pagi.… Jumat, 08 Desember 2017 18:37 Mereka Mantap jadi Pegulat (Bagian II, Habis)

Gulat Tak Sekadar Prestasi, Tapi juga Ladang Rezeki

Gulat tak hanya memenuhi harapan atlet muda yang perlu perbaikan rezeki. Namun, membuka pintu bagi atlet… Kamis, 07 Desember 2017 16:27 Mereka Memilih jadi Pegulat (1)

Dibesarkan Loncat Indah, tapi Sukses di Gulat

Ina menoreh prestasi di loncat indah, tapi kemudian jenuh dan kepincut gulat. Sedangkan Adam harus memberontak… Selasa, 05 Desember 2017 14:01

Masyarakat Lawan Pemburu Telur Penyu

Sejak dinyatakan sebagai salah satu hewan langka oleh pemerintah, penyu dan telurnya tak lagi diperjualbelikan.… Selasa, 05 Desember 2017 11:49

Duel Berdarah Lagi di Kelayan, Begini Kronologisnya < /h4> BANJARMASIN - Dua orang pria dilarikan ke rumah sakit berbeda karena terlibat perkelahian menggunakan… Senin, 04 Desember 2017 15:30

Memprihatinkan..!! Sulitnya Akses Pendidikan di Pulau Sembilan

Tak hanya persoalan kesehatan, masyarakat Pulau Sembilan juga masih tertinggal dalam urusan pendidikan.… Sabtu, 02 Desember 2017 19:47

Naik Kapal Perang, Terjang Gelombang Dua Meter

Dengan kecepatan angin 15 sampai 30 knot, kapal perang yang kami tumpangi bertolak dari Dermaga Stagen,… < img src="http://images1.prokal.co/webraban/files/berita/2017/11/29/thumb/mengenal-komunitas-pecinta-senjata-tradisi-kalsel-wasi-pusaka-banua.jpg"/> Rabu, 29 November 2017 11:12

Mengenal Komunitas Pecinta Senjata Tradisi Kalsel, Wasi Pusaka Banua

Seni budaya tradisi berikut pernak-perniknya, sudah sepatutnya dijaga agar tak hilang ditelan zaman.… Selasa, 28 November 2017 15:00

Melihat dari Dekat Kehidupan Padang Rawa di Paminggir

Selusin remaja Paminggir pergi kuliah. Aksi itu menyentak padang rawa Paminggir yang damai. Mereka coba… Selasa, 28 November 2017 14:35

Pangeran Hidayatullah, Sultan Banjar yang Diasingkan Belanda

Kalimat pembuka undangan haul ke-133 wafatnya Pangeran Hidayatullah berbunyi “Tertipu dan tertawan… Duel Berdarah Lagi di Kelayan, Begini Kronologisnya Masyarakat Lawan Pemburu Telur Penyu Meriahnya Perayaan Baayun Maulid di Masjid Nurul Amilin Memprihatinkan..!! Sulitnya Akses Pendidikan di Pulau Sembilan Aksi Bagi Nasi Bungkus dari Komunitas Sijum Dibesarkan Loncat Indah, tapi Sukses di Gulat Gulat Tak Sekadar Prestasi, Tapi juga Ladang Rezeki
  • Guru Harus Memiliki Kompetensi
  • Wayang Kulit Banjar Hibur Pengunjung Perpusda
  • Bartman: Barito Putera Masih Belum Cukup untuk Titel Juara
  • Aksi Bagi Nasi Bungkus dari Komunitas Sijum
  • Akhirnya, Iray Kasfy Divonis Hakim
  • Kapal Kargo Tenggelam di Sungai Barito, Ternyata ini Sebabnya
  • Penimbunan Gas Melon Digerebek, Pelaku Sempat Mengelak
  • TNI AU Sediakan 150 Beasiswa Untuk Belajar di SMA Pradita Dirgantara
  • Tanbu Juara Lomba Dayung Perahu Naga
  • Panen Perdana Varietas Ciherang
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • KALIMANTAN TIMUR
  • KALIMANTAN TENGAH
  • KALIMANTAN SELATAN
  • KALIMANTAN UTARA
  • KALIMANTAN BARAT
  • TENTANG KAMI
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
Find Us
Copyright &copy 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .Sumber: Google News | Warta 24 Banjar

Tidak ada komentar