Seram, 10 Tahun Tak Dioperasikan, Begini Kondisi Pelabuhan ... - Warta 24 Kalimantan Selatan
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Seram, 10 Tahun Tak Dioperasikan, Begini Kondisi Pelabuhan ...

Seram, 10 Tahun Tak Dioperasikan, Begini Kondisi Pelabuhan ...

Berita Banjarbaru Seram, 10 Tahun Tak Dioperasikan, Begini Kondisi Pelabuhan Pendaratan Ikan Rp 25 M di Aluh-aluh Bangunan PPI terpisah dan terisolir dari…

Seram, 10 Tahun Tak Dioperasikan, Begini Kondisi Pelabuhan ...

Berita Banjarbaru

Seram, 10 Tahun Tak Dioperasikan, Begini Kondisi Pelabuhan Pendaratan Ikan Rp 25 M di Aluh-aluh

Bangunan PPI terpisah dan terisolir dari perumahan warga itu sudah 10 tahun tak pernah dioperasikan.

Seram, 10 Tahun Tak Dioperasikan, Begini Kondisi Pelabuhan Pendaratan Ikan Rp 25 M di Aluh-aluh

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU â€" Nuansa seram terlihat di Pelabuhan Pelelangan Ikan (PPI) Aluh-Aluh di desa Aluh-Aluh Besar, Kecamatan Aluh-Aluh Kabupaten Banjar.

Bangunan PPI terpisah dan terisolir dari perumahan warga itu sudah 10 tahun tak pernah dioperasikan.

Bahkan, nuansa seram itu makin terasa setelah belum lama tadi warga di gegerkan terjadinya perkelahian yang menyebabkan jatuh korban jiwa.

“Iya beberapa bulan kemarin ada perkelahian antarwarga saat pertandingan sepak bola. Belum selesai acara, ricuh dan terjadi perkelahian sampai ada yang tewas,” beber Anang, salah satu nelayan Aluh-Aluh yang rumahnya berdekatan dengan PPI ditemui, Minggu (10/12/2017).

Baca: Hasil Akhir Manchester United Vs Manchester City - Menang 1-2, The Citizens Berjaya!

Akibat peristiwa berdarah itu,warga tak pernah lagi mendatangi PPI karena dianggap PPI berpenghuni makhluk halus. Selain seram, bangunan PPI juga terisolir karena tak ada akses jalan menuju bangunan. Jika ingin ke bangunan PPI, warga harus melintasi tanah rawa yang becek.

Lingkungan di kawasan semakin menyeramkan saat malam hari karena tidak ada sama sekali penerangan listrik di gedung PPI. Selain itu, jarak penambatan kapal dengan pelabuhan cukup jauh karena halaman PPI berair dangkal.

Baca: Gunung A gung Erupsi Lagi, Tiongkok Hentikan Penerbangan ke Bali Hingga 2018

Sejak dibangun 2006 lalu, PPI Aluh-Aluh yang menelan anggaran APBN Rp 25 miliar itu tak pernah difungsikan. Padahal, ungkap Anang, nelayan sangat mengharapkan agar PPI dioperasikan.

Akibat tak berfungsinya PPI Aluh-Aluh, para nelayan di sana terpaksa melakukan transaksi jual beli ikan di PPI Banjarraya, Banjarmasin. Anang menyebut mayoritas nelayan yang mendatangi PPI Banjarraya adalah nelayan Aluh-aluh.

“Kalau dari Banjarmasin sendiri sedikit, rata-rata nelayannya dari sini,” ujarnya.

Seandainya PPI Aluh-aluh bisa difungsikan akan sangat memudahkan para nelayan setempat. Pasalnya, sebut dia, nelayan tak lagi harus menjual hasil tangkapan ikannya jauh ke Banjarraya.

Selain PPI Aluh-Aluh, Baharudin, ketua Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia Kalsel, menyebut sejatinya di Kalsel memiliki tujuh pelabuhan perikanan atau PPI. Namun semuanya masih berkelas C atau kapasitas keci l. (rii)

Baca lebih lengkap di Harian Banjarmasin Post Edisi Senin (12/12/017)

Editor: Elpianur Achmad Sumber: Banjarmasin Post Edisi Cetak Ikuti kami di Suami Suruh Istri Berhubungan Intim dengan Bos hingga Hamil karena Alasan Ini Sumber: Google News | Warta 24 Banjarbaru

Tidak ada komentar